Pengertian Desain Komunikasi Visual -Desain Komunikasi Visual atau yang biasa disingkat menjadi DKV masih merupakan hal yang sangat asing ditelinga masyarakat Indonesia. Di masyarakat awam, desain komunikasi visual ini sering di identikkan dengan tukang ngeprint atau tukang baliho dan reklame. Sehingga banyak masyarakat yang memandang sebelah mata pada dunia desain. Menurut orang-orang yang belum mengerti tentang desain komunikasi visual yang identik dengan iklan memang bukan pendapat yang salah, tapi tidak juga sepenuhnya benar karena iklan hanyalah salah satu media atau sarana yang dihasilkan oleh desain komunikasi visual.

FUNGSI DESAIN KOMUNIKASI VISUAL

1.     Sebagai Sarana Identifikasi

Fungsi utama dari sebuah desain komunikasi visual adalah sebagai sarana identifikasi. Identitas seseorang dapat mengatakan tentang siapa orang itu, dan darimana ia berasal. Begitu juga dengan sebuah benda atau produk dapat memberitahu kita bagaimana kualitas suatu produk tersebut, dan membuat produk tersebut lebih mudah dikenali baik oleh produsennya atau konsumen karena dengan adanya bentuk yang secara visual tersebut.

2.     Sebagai Sarana Instruksi dan Informasi

Sebagai sarana informasi, dan instruksi desain komunikasi visual bertujuan untuk menunjukkan hubungan antara suatu hal dengan hal lainnya dalam suatu petunjuk, arah, skala, dan posisi.

3.     Sebagai Sarana Promosi dan Presentasi

Tujuan dari desain komunikasi visual sebagai sarana untuk mempromosikan dan memproduksi adalah untuk menyampaikan suatu pesan, pendapat perhatian (atensi) secara visual sehingga mudah untuk diingat.

PERBEDAAN DESAIN GRAFIS DAN DESAIN KOMUNIKASI VISUAL

Perbedaan Desain Grafis Dan DKV (desain Komunikasi Visual) perlu diketahui sebagai konsep penyampaian informasi yang berkembang pada awalnya di negara-negara Eropa dan Amerika. Perkembangan ini sejalan dengan pemikiran para desain yang mampu bereksperimen dengan media 3 dimensi dan media interaktif digital.

Desain grafis merupakan dasar dari berkembangnya penyampaian informasi melalui media bergambar. Media 2 dimensi yang dihasilkan dalam aplikasi media cetak merupakan hal yang mendorong berkembangnya desain grafis. Berbagai tehnik dengan mesin cetak ditemukan untuk mendorong dan mendukung kemajuan desain grafis dijamannya. Dengan  berkembangnya teknologi, desain grafis tidak lagi sebatas media dengan aplikasi cetak 2 dimensi, namun berkembang ke media 3 dimensi.

Perkembangan ini merupakan kolaborasi yang menakjubkan, dimana pakar teknologi komputer bekerjasama dengan desainer yang notabennya lebih ke art. Maka jadilah teknologi yang memiliki karakteristik estetika yang dinamis. Teknologi tidak hanya sekedar mesin, tapi seni robotik yang berinteraksi dengan manusia. Ini seni dengan citarasa tinggi yang dapat dinikmati oleh semua aspek dalam globalisasi.

Contohnya HP berevolusi menjadi Smart Phone layaknya robot yang mempengaruhi kehidupan dan karakter psikologi manusia. Didesain dengan daya tarik yang memikat dan bahkan menjadi ketergantungan. Warna yang memancarkan berpadu musik, suara yang semakin halus, program yang terhubung dengan dunia luar. Komunikasi Visual menjadi seni untuk berkomunikasi, ini sebuah temuan yang diperhitungkan sangat hati-hati.

Orang tidak lagi menulis, tidak lagi mengobrol, tidak lagi bertemu, hanya mengirim gambar ikon dan semua menjadi singkat seakan dikejar waktu. Ini merupakan efek dari komunikasi visual yang sangat dahsyat dapat mengubah zaman. Mengubah pola pikir, perilaku, dan situasi.

Jadi perbedaan desain grafis dan DKV (desain komunikasi visual) dapat disimpulkan sendiri. Mulailah berkolaborasi, bentuklah team dan kerjakan apa yang menjadi mimpi dimasa depan. Kembalikan situasi sosial dengan teknologi yang terbarukan, karena perubahan sosial masyarakat saat ini merupakan dampak dari perkembangan teknologi.